LOVE FOREVER

FAITH, HOPE, LOVE, THESE THREE, BUT THE GREATEST OF THESE IS LOVE.

25 June, 2007

Memperlambat Kedatangan hari Kiamat


Memperlambat Kedatangan hari Kiamat?

Hampir semua orang di dunia ini mengakui bahwa hari kiamat itu ada, hari penghakiman dunia oleh Tuhan, penghakiman kepada dunia atas perbuatan-perbuatan yang sudah kita lakukan selama kita hidup.

Mungkin kita sering mengabaikan bahkan lupa akan hari kiamat, sama halnya selama kita masih hidup, kita lupa bahwa kita juga akan mati, kita lupa bahwa kita adalah calon-calon mayat yang suatu saat kematian akan menjemput kita.

Saya menulis artikel ini terinspirasi dari sebuah film yang pernah saya tonton di Televisi, dan saya lupa apa judul film tersebut. Film tersebut menceritakan tentang hari kebinasaan dunia yang dianggap sebagai hari kiamat.

Cerita pendeknya adalah seperti ini:

Ada seorang wanita melihat dan merasakan melalui mimpinya, ketika ia menjemput anaknya yang sangat ia sayangi di sekolah, tiba-tiba ia melihat gumpalan asap dan kilat menyambar - nyambar turun dari langit dan dengan seketika dunia binasa. Mimpinya itu selalu terbayang dan terbayang, ia yakin bahwa mimpi itu akan menjadi kenyataan. Dalam mimpinya itu juga ia melihat bahwa sumber dari malapetaka tersebut adalah dari sebuah chip komputer yang sedang dikembangkan oleh seorang ilmuwan yang ia kenal hanya dalam mimpinya itu. Wanita tersebut yakin bahwa mimpinya itu akan menjadi kenyataan dan ia tidak bisa membayangkan kalau hal itu terjadi maka anaknya yang sangat ia sayangi akan ikut binasa juga.

Karena Wanita tersebut tidak mau kehilangan anak yang sangat ia sayangi itu, iapun berkelana mencari ilmuwan yang sedang merancang chip komputer yang ia lihat dalam mimpinya. Dengan bersusah payah, menghadapi berbagai macam rintangan yang berat, akhirnya ia menemukan ilmuwan yang ada dalam mimpinya itu. Ia menceritakan tentang mimpinya dan ia yakin bahwa mimpi itu akan menjadi kenyataan. Lalu wanita itu menanyakan apakah ilmuwan tersebut sedang mengembangkan sebuah chip?, ternyata benar bahwa ilmuwan tersebut sudah lama merancang sebuah chip komputer dan ia sudah selesai mengerjakannya, tinggal memasang chip tersebut pada slotnya. Dengan berbagai cara wanita tersebut memberikan pengertian agar ilmuwan tersebut percaya bahwa mimpinya akan menjadi kenyataan bila chip hasil rancangannya itu terpasang di slotnya. Mimpi buruk yang akan menjadi kenyataan tidak terjadi setelah ilmuwan tersebut mengurungkan niatnya untuk memasang chip tersebut. Menurut mimpi wanita itu, apabila chip komputer tersebut dipasang pada slotnya, akan terjadi sebuah reaksi dan reaksi tersebut menimbulkan sebuah malapetaka besar yang akan membinasakan dunia dan diakui sebagai hari kiamat.

Pertanyaannya adalah:

Apakah hari kiamat itu ada?
saya menjawabya, hari kiamat ada, hari kiamat itu akan datang dan akan terjadi.

Kapan hari kiamat itu datang?
saya menjawab, tidak seorangpun didunia ini yang mengetahui kapan hari kiamat itu datang tetapi akan datang pada waktunya.

Bisakah hari kiamat itu dihentikan?
saya menjawab, kedatangan hari kiamat tidak akan pernah bisa dihentikan oleh siapapun juga, dan menurut saya/ ini hanya menurut saya, tetapi kedatangannya bisa diperlambat (bagaimana komentar anda tentang hal yang ini?)

Bagaimana memperlambat datangnya hari kiamat itu?
suatu pertanyaan yang merupakan teka-teki.Menurut saya jawabannya:KASIH. Hanya dengan kasih.

Kasih Tuhan sangat besar akan dunia ini, Ia berikan anaknya Yesus Kristus yang sangat Ia kasihi supaya dunia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal, memberikan banyak kebijakan terhadap sodom dan gumora sebelum Ia membinasakannya.

Banyak orang berpendapat bahwa, perkembangan teknologi semakin mengancam keselamatan bumi dan pada akhirnya secara berlahan, air bersih akan langka, udara bersih langka, suhu bumi semakin lama semakin panas, tumbuh-tumbuhan semakin lama semakin kerdil, timbulnya penyakit-penyakit aneh dan masih banyak pengaruh buruk yang akan terjadi sebagai pengaruh dari perkembangan teknologi, hingga sampai pada suatu titik tertentu bumi akan binasa. Hal buruk tersebut terjadi karena perkembangan teknologi tidak berdasarkan pada kasih. Perkembangan teknologi tidak berbanding lurus dengan tujuan yang sebenarnya tetapi malah berbanding terbalik.
Kembangkanlah teknologi yang bisa mensejahterakan bumi dan isinya. Hentikan teknologi yang menimbulkan dampak buruk terhadap bumi dan isinya. Bagaimana caranya ? kembangkanlah teknologi dengan dasar kasih bukan karena dasar cemburu, iri hati, dendam, ingin jadi superior dan karena alasan yang tidak berdasar pada kasih.

Hari kiamat akan datang tetapi kita tidak akan pernah tahu kapan waktunya. Tak seorangpun yang tahu kapan hari itu tiba, yang jelas bahwa hari itu akan datang dan kita tinggal menunggu waktunya.

AddThis Social Bookmark ButtonAdd to Technorati Favorites

Kasih Yang Kuterima



Kasih yang Kuterima


Pada masa perang utara dan selatan di Amerika, pada tahun 1861-1865 seorang serdadu Amerika ditangkap dengan tuduhan membelok. Karena tidak bisa membuktikan, bahwa ia tidak bersalah, dia divonis dan dijatuhi hukuman mati sebagai seorang pembelok.

Seruannya untuk naik banding sampai ke kemeja presiden, dan presiden berbelaskasihan kepada serdadu tersebut dan setuju untuk memberikan pengampunan.

Serdadu tersebut kembali ke angkatannya, dan ikut berperang, sampai perang tersebut usai. Namun ia terbunuh di medan pertempuran yang terakhir.

Ketika teman-temannya mengangkat tubuh dari serdadu itu, dikantong bajunya ditemukan “Surat Pengampunan”, yang ditanda tangani oleh presiden. Kata-kata pengampunan pemimpinnya, begitu dekat dengan hatinya.

Demikian juga seharusnya kita semua sudah mati. Namun pengampunanlah yang telah membawaNya ke “kayu salib”.

Seandainya tentara Romawi tidak ada disana, seandainya tidak ada pengadilan, seandainya tidak ada Pilatus waktu itu, dan tidak ada kerumunan orang banyak, penyaliban yang sama akan tetap terjadi.

Seandainya Yesus harus memaku diriNya sendiri ke kayu salib, maka Ia akan melakukannya. Karena bukan tentara Romawi yang membunuhNya, bukan juga jeritan orang banyak, melainkan “kesetiaanNya” kepada kita.

Pada malam sebelum penyaliban, Yesus telah membuat keputusan, Ia lebih baik masuk ke “Neraka” untuk kita, dari pada pergi ke “Sorga” tanpa kita.

Bukan dengan barang fana Yesus membayar dosa kita, Tetapi dengan darah yang mahal, tiada noda dan tiada cela. Bukan dengan emas dan perak Yesus menebus diri kita. Tetapi oleh segenap “KasihNya” dan “pengorbannNya”.

AddThis Social Bookmark ButtonAdd to Technorati Favorites